Ceramah Singkat: Mensucikan diri dengan taubat
Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh
Innalhamda lillah, nahmaduhu wa nasta'iinuhu wa nasta'ghfiruhu, wa na'udzu billahi min syuruuri anfusina wa min sayyi'ati a'malina. Man yahdihi Allahu fala mudhilla lahu, wa man yudhlil fala haadiyala.
Amma ba'du,
Ayyuha al-hudur al-kiram,
Pertama-tama dan yang paling utama marilah kita panjatkan puji syukur atas kehadirat Allah Subhanahu wa ta'ala, karena dialah yang telah memberikan kita nikmati siang dan malam tanpa hentinya dan dengannya kita memohon ampunan dan Taufiq hidayahnya. Sholawat dan salam tidak lupa kita sanjungkan kepada sang kekasih Allah, manusia paling mulia yang menjadi teladan seluruh umat dialah Rasulullah shallallahu alaihi wa salam.
Hadirin calon-calon penghuni surga.
Pada kesempatan ini, saya berdiri di depan jama'ah sekalian untuk menyampaikan satu pidato yang berjudul:
Mensucikan diri dengan taubat
Taubat adalah meninggalkan perbuatan yang tidak sesuai dengan ajaran agama Islam, menyesali perbuatan dan kembali membenahi diri.
Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَّصُوحًا عَسَىٰ رَبُّكُمْ أَنْ يُكَفِّرَ عَنكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ يَوْمَ لَا يُخْزِي اللَّهُ النَّبِيَّ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ
"Wahai orang-orang yang beriman, bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang sebenar-benarnya. Mudah-mudahan Tuhanmu mengampuni dosa-dosa kalian dan memasukkan kalian ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak akan menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersamanya." (QS. At-Tahrim (66:8)).
Ayat ini mengingatkan kita untuk senantiasa mengingat atas dosa yang telah kita perbuat dan kemudian kita sucikan kembali dengan taubat nasuha yakni taubat yang semurni murninya.
Dosa ibarat lumpur yang ada dipakaian kita, tidaklah kita nyaman jika memakainya maka dari itu dengan penuh kesadaran tentunya kita membersihkan kotoran hingga layak digunakan kembali.
Hati dan pikiran sudah sadar bahwa tiada hari tanpa kesalahan yang kita perbuat, baik disengaja maupun tidak. Namun seringkali kita lalai atas kesalahan sehingga yang tadinya dosa kecil kian hari kian menumpuk.
Bukankah dengan dosa itu yang membuat iman kita melemah? Melaksanakan ibadah menjadi malas, akankah kita biarkan begitu saja? Tentu tidak jama'ah sekalian.
Marilah kita berbenah dengan bangkit dari keterpurukan dosa-dosa yang kita perbuat.
Rasulullah bersabda:
إِنِّي لَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ فِي الْيَوْمِ أَكْثَرَ مِن سَبْعِينَ مَرَّةً"
"Inni lastaghfirullaha wa atubu ilayhi fil yawmi akthara min sab'iina marratan."
Artinya:
"Sesungguhnya aku memohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya dalam sehari lebih dari tujuh puluh kali."
(Hadits riwayat Muslim)
Bahkan nabi Muhammad sang kekasih Allah saja yang telah dijamin masuk surga, telah diampuni dosanya yang lalu maupun yang akan datang. Beliau tetap bertaqwa dan bertaubat kepada Allah lebih dari 70 kali dalam sehari.
Bagaimana dengan kita? Yang belum ada jaminan ampunan dosa, belum ada jaminan masuk surga namun tiap hari kita penuh dengan maksiat jauh dari kata sempurna. Masih saja kita mengabaikan dosa dan enggan untuk bertaubat.
Sebagai kesimpulan, marilah kita kembali kepada Allah dengan hati yang takut dan memohon ampun atas dosa-dosa yang kita perbuat. Semoga akhir hayat kita dalam keadaan suci dari dosa dan kembali dengan tenang menuju surga firdaus.
Billahi Taufiq wal hidayah, wa akhiru da'waana 'anilhamdu lillahi robbil 'aalamiin.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh.